Lampung Timur (SuryaLampung) – Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Timur menggelar Gebyar PAUD 2025 yang dipusatkan di halaman Islamic Center Sukadana, Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini diikuti ratusan anak dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Lampung Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Lampung Timur, Marsan, mengatakan Gebyar PAUD ini diikuti 700 anak yang berasal dari 24 kecamatan. Seluruh kecamatan mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti berbagai lomba yang bersifat edukatif.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan ruang kreatifitas bagi anak-anak usia dini, sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar pendidik, orang tua, dan peserta didik,” kata Marsan.
Dalam kegiatan ini, panitia menggelar tiga jenis lomba, yakni lomba bernyanyi, menggambar, dan keterampilan tangan. Semua lomba dirancang untuk menumbuhkan kecerdasan, kreativitas, serta rasa percaya diri anak sejak usia dini.
Acara dimulai sejak pagi dengan senam bersama yang diikuti seluruh peserta dan pendamping. Suasana semarak terlihat ketika anak-anak dengan penuh semangat mengikuti gerakan senam yang dipandu instruktur.
Usai senam, peserta diarahkan memasuki ruangan untuk mendengarkan dongeng edukasi yang dibawakan pendongeng asal Yogyakarta, Deden Gurame. Dalam penampilannya, Deden membawakan cerita-cerita penuh pesan moral yang mengajarkan kejujuran, kerja sama, dan rasa saling menghargai.
Marsan menilai metode mendongeng menjadi salah satu cara efektif menanamkan nilai karakter pada anak. “Melalui dongeng, anak-anak bisa belajar sambil bermain. Pesan moralnya lebih mudah diterima karena disampaikan dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Setelah sesi dongeng, lomba-lomba dimulai. Anak-anak tampak antusias mengikuti perlombaan yang telah dipersiapkan panitia. Suara nyanyian riang, goresan crayon di kertas, dan keterampilan tangan yang unik mewarnai jalannya kegiatan.
Selain peserta, orang tua dan guru pendamping juga terlihat memberikan dukungan penuh. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga turut memberi semangat kepada anak-anak agar percaya diri dan berani tampil.
Marsan berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun. Menurutnya, pembinaan karakter dan pengembangan potensi anak usia dini harus terus dilakukan secara berkesinambungan.
“Jika anak-anak sejak kecil sudah diberikan ruang untuk berekspresi dan berkreasi, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.