DPRD Lampung Perkuat Ideologi Pancasila di Pringsewu, Tondi Nasution Tekankan Keteladanan dan Bahaya Hoaks

Pringsewu – Komitmen DPRD Provinsi Lampung dalam memperkuat ideologi Pancasila terus digencarkan hingga ke tingkat pekon. Anggota DPRD Provinsi Lampung, Tondi Muammar Gaddafi Nasution, kembali melaksanakan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP) yang digelar di Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, Anton, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Anton menyoroti sejumlah tantangan kebangsaan yang masih dihadapi bangsa Indonesia, khususnya di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi.

Menurut Anton, tantangan tersebut meliputi masih lemahnya pemahaman kebangsaan, menguatnya fanatisme kedaerahan, rendahnya penghargaan terhadap kebhinekaan dan kemajemukan, hingga minimnya keteladanan sikap dan perilaku dari sebagian pemimpin dan tokoh publik. Selain itu, ia juga menyinggung belum optimalnya penegakan hukum di berbagai sektor yang berdampak pada kepercayaan masyarakat.

“Keteladanan pemimpin sangat penting. Seorang pemimpin tidak boleh hanya ingin dihormati, tetapi harus hadir melayani dan memberi contoh nyata bagi masyarakat,” tegas Anton di hadapan peserta sosialisasi.

Anton turut mengapresiasi kehadiran Tondi Muammar Gaddafi Nasution yang tetap meluangkan waktu di tengah padatnya agenda masyarakat. Menurutnya, kehadiran langsung wakil rakyat merupakan bentuk keteladanan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.

Lebih lanjut, Anton menegaskan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan memiliki tujuan strategis, yakni membentuk perilaku warga negara yang baik, menjaga keharmonisan keluarga, serta memperkuat persatuan masyarakat Pekon Banyumas sebagai bagian dari Kabupaten Pringsewu dan Provinsi Lampung.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi bohong atau hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan. “Jangan mudah terpecah oleh hoaks. Kita harus tetap satu, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Anton menambahkan, sistem pemerintahan Indonesia berjalan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Karena itu, masyarakat diharapkan mampu menempatkan diri secara bijak dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tondi Nasution: Sosialisasi PIP Perkuat Pengamalan Nilai Pancasila

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Tondi Muammar Gaddafi Nasution, menegaskan bahwa Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan merupakan agenda rutin DPRD Provinsi Lampung sebagai bagian dari tanggung jawab konstitusional dalam menjaga ideologi bangsa.

Menurut Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Lampung tersebut, setidaknya ada dua nilai sederhana namun penting yang dapat dibawa pulang masyarakat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi, yakni Salam Pancasila dan penguatan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kedua hal ini sederhana, tapi sangat penting. Nilai-nilai Pancasila harus terus dijaga, dipupuk, dan direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Tondi.

Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi PIP tidak bersifat seremonial semata, melainkan mengajak masyarakat untuk menghayati makna Pancasila melalui tindakan nyata, seperti pembacaan teks Pancasila dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Paling tidak hari ini kita sama-sama membaca teks Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ini bagian kecil dari upaya memupuk dan menjaga nilai-nilai Pancasila yang menjadi fondasi bangsa,” katanya.

Tondi berharap, silaturahmi yang terbangun melalui kegiatan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Pekon Banyumas.

“Saya berharap silaturahmi yang dikemas dalam kegiatan sosialisasi Pancasila ini benar-benar membawa manfaat dan memperkuat kebersamaan kita semua,” pungkasnya.