DPRD Lampung Desak Percepatan Pembangunan Jembatan Jati Agung, Akses Vital Tanggamus Putus Usai Dilintasi Angkot Overload

Tanggamus – Jembatan Jati Agung di Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, ambruk setelah dilintasi mobil angkutan kota (angkot) yang diduga membawa muatan berlebih, Rabu (11/2/2026). Insiden ini memutus akses vital antarpekon dan mengganggu aktivitas warga, termasuk sektor pendidikan.

Berdasarkan informasi di lapangan, angkot tersebut mengangkut sekitar 17 penumpang, terdiri dari ibu-ibu dan empat balita, termasuk sopir, yang merupakan rombongan pulang dari sebuah undangan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski sejumlah penumpang mengalami luka ringan.

Sumber setempat menyebutkan, pengemudi berinisial S, warga Pekon Way Jaha, tetap melintasi jembatan tanpa menurunkan penumpang untuk mengurangi beban kendaraan. Padahal, kondisi jembatan yang telah berusia puluhan tahun diduga sudah tidak mampu lagi menahan beban berat.

Akibatnya, struktur jembatan mengalami kerusakan parah dan tidak lagi dapat dilalui kendaraan. Akses transportasi warga terputus total.

Ganggu Pendidikan dan Aktivitas Ekonomi

Putusnya jembatan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada dunia pendidikan. Sejumlah siswa terpaksa diliburkan karena guru tidak dapat menyeberang akibat akses yang terputus.

Kepala Pekon Banjar Agung Ilir menjelaskan, jembatan tersebut pertama kali dibangun pada era 1980-an dan terakhir diperbaiki melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) pada 2011. Sejak saat itu, hanya dilakukan rehabilitasi terbatas.

“Jembatan ini sudah tua. Jumlah penduduk terus bertambah dan kendaraan yang melintas semakin banyak. Kondisinya sudah tidak layak dan berisiko tinggi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah pekon telah lima tahun mengajukan proposal pembangunan jembatan beton permanen, namun hingga kini belum terealisasi.

“Kami berharap dengan hadirnya anggota DPRD provinsi, pembangunan jembatan permanen bisa segera diwujudkan,” tambahnya.

DPRD Lampung Turun Reses, Siap Perjuangkan Aspirasi

Peristiwa ini mendapat perhatian serius Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Golkar, Komisi III, Supriadi Hamzah. Dalam rangka kunjungan reses, ia turun langsung meninjau lokasi jembatan yang ambruk — kunjungan kedua yang dilakukannya ke pekon tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala Pekon secara langsung menyerahkan proposal pembangunan jembatan permanen kepada Supriadi Hamzah, disaksikan perangkat pekon dan masyarakat setempat.

Supriadi menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga agar pembangunan jembatan dapat masuk dalam skala prioritas Pemerintah Provinsi Lampung.

“Aspirasi masyarakat ini akan kami perjuangkan agar pembangunan jembatan bisa segera terealisasi demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga,” tegasnya.

Ia menilai, jembatan tersebut merupakan akses strategis penghubung antarpekon di Kecamatan Pugung yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial masyarakat.

Warga Harap Tindakan Cepat

Kunjungan DPRD Lampung tersebut menjadi harapan baru bagi warga Banjar Agung Ilir agar akses transportasi segera dipulihkan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dapat segera mengambil langkah cepat, baik melalui pembangunan jembatan darurat maupun realisasi pembangunan jembatan beton permanen.

Pasalnya, jembatan Jati Agung bukan sekadar infrastruktur penghubung, melainkan urat nadi aktivitas masyarakat setempat. (Red/Adv)