Akurasi Di Atas 95%: Teknologi AI Jadi Solusi Skrining Kanker Paru di Lampung

BANDAR LAMPUNG – Sektor kesehatan di Provinsi Lampung kini memasuki era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Dalam seminar medis yang digelar di Hotel Emersia, Sabtu (14/2), kolaborasi antara Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Lampung dan PT Sinergi Global Alkesindo memperkenalkan solusi skrining kanker paru dengan tingkat akurasi yang melampaui 95 persen. Angka ini menjadi terobosan besar bagi dunia medis lokal dalam upaya menekan angka kematian akibat kanker.

Direktur Utama PT Sinergi Global Alkesindo, Kanti P. Wijiastuti, memaparkan bahwa teknologi ini hadir untuk menjawab tantangan deteksi dini yang selama ini terhambat oleh keterbatasan alat konvensional. Dengan mengintegrasikan sistem AI ke dalam perangkat Low Dose CT Scan, diagnosa kini menjadi jauh lebih presisi dan objektif.

“Standar internasional menggunakan low dose CT scan. Dengan dukungan AI, nodul kecil bisa terdeteksi lebih akurat hingga lebih dari 95 persen,” ungkap Kanti dalam pemaparannya di hadapan para praktisi kesehatan.

Inovasi ini disambut baik oleh dr. Imam Ghazali, Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek. Ia menilai bahwa akurasi di atas 95 persen tersebut akan sangat membantu efisiensi pelayanan onkologi di rumah sakit pemerintah, terutama dalam menentukan langkah terapi yang tepat bagi pasien.

Sementara itu, perwakilan YKI Lampung, dr. Zamzanariah, menekankan bahwa kecanggihan teknologi ini harus didukung oleh sinergi semua pihak. Menurutnya, teknologi hanya akan efektif jika masyarakat memiliki literasi kesehatan yang baik untuk melakukan pemeriksaan secara rutin.

“Kanker tidak bisa dilawan satu atau dua lini saja. Pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi sosial, swasta, hingga masyarakat harus bahu-membahu,” tegas dr. Zamzanariah.

Dengan kehadiran solusi berbasis AI ini, warga Lampung kini memiliki akses ke sistem skrining dengan akurasi tinggi, memberikan peluang bagi pasien untuk mendapatkan penanganan medis jauh sebelum sel kanker mencapai stadium kritis. (Red/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *