Respons Cepat Bupati Lampung Timur, Kanal 1,2 Km di Braja Asri Akhirnya Terbangun

Uncategorized163 Dilihat

Lampung Timur (SuryaLampung) – Pembangunan kanal sepanjang 1,2 kilometer di Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur akhirnya terealisasi. Kanal ini menjadi harapan besar ribuan petani untuk mengantisipasi masuknya gajah liar dari kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) ke lahan pertanian.

Kepala Desa Braja Asri, Darusman, mengatakan kanal tersebut menjadi solusi yang sudah dinantikan masyarakat sejak belasan tahun lalu. Menurutnya, kanal itu berfungsi ganda, yaitu mencegah gajah liar masuk serta menahan luapan air sungai agar tidak membanjiri persawahan.

“Kami sangat bahagia karena pembangunan kanal ini akhirnya terwujud. Sudah lama petani menunggu, dan sekarang menjadi kenyataan,” ujar Darusman saat ditemui Jumat (5/12/2025).

Kanal yang dibangun memiliki panjang 1,2 kilometer, lebar 3,5 meter, dan ketinggian lebih dari 5 meter. Struktur itu dinilai cukup efektif menjadi tanggul pengaman baik dari serangan satwa maupun potensi banjir.

Darusman menjelaskan pembangunan kanal ini direalisasikan setelah Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, turun langsung ke lokasi pasca-insiden gajah liar yang merusak tanaman warga beberapa bulan lalu.

“Saat kejadian konflik itu, Ibu Bupati datang melihat langsung kondisi masyarakat. Dari diskusi itu muncul keinginan petani agar dibangun kanal. Alhamdulillah, permintaan itu diperjuangkan dan akhirnya terlaksana,” kata Darusman.

Sebelumnya, puluhan hektare lahan pertanian warga rusak akibat gajah liar yang keluar dari kawasan hutan Way Kambas. Berbagai tanaman seperti singkong, jagung, sayuran, hingga karet porak-poranda akibat diinjak dan dimakan satwa tersebut.

Keadaan itu membuat petani khawatir setiap memasuki musim tanam. Banyak yang memilih petani harus berjaga malam di pinggir hutan karena takut kembali rugi akibat serangan gajah.

Salah seorang petani, Suyadi, mengaku sangat bersyukur karena pembangunan kanal akhirnya terwujud setelah bertahun-tahun hanya menjadi harapan. Menurutnya, baru kali ini pemerintah daerah merespons kebutuhan petani secara nyata.

“Sudah lama kami minta tanggul ini. Baru Ibu Bupati Ela Siti Nuryamah yang betul-betul memenuhi kebutuhan kami. Kami para petani sangat berterima kasih,” ujar Suyadi.

Ia menambahkan kanal tersebut memberi rasa aman bagi para petani untuk kembali menanam tanpa rasa cemas. “Sekarang kami lebih tenang bekerja di ladang. Tidak takut lagi gajah masuk,” katanya.

Warga berharap pembangunan kanal ini menjadi langkah awal agar persoalan konflik satwa dan banjir tidak lagi menghantui masyarakat Braja Asri. Mereka juga meminta perawatan kanal dilakukan secara berkala agar fungsi tanggul tetap optimal.

Dengan rampungnya kanal tersebut, petani Braja Asri kini bisa bernapas lega. Mereka menyambut musim tanam berikutnya dengan harapan baru dan perlindungan yang lebih kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *