Seminar Internasional: Pencegahan Perkawinan Usia Anak dan Perkawinan Paksa Melalui Kajian Buku Fikih Perwalian

Metro – “Data terakhir, angka kawin anak di Lampung 12,1%. Angka ini naik dalam semester terakhir dan di atas rata-rata nasional”.1 Sementara itu angka permohonan dispensasi nikah di semua Kabupaten di Lampung naik tajam setelah terbit revisi UU Perkawinan No 16/19 tentang kenaikan batas minimum usia perkawinan 19 tahun.

Data-data itu akan dibedah dalam “Seminar Internasional Pencegahan Perkawinan Usia Anak dan Perkawinan Paksa Melalui Kajian Buku Fikih Perwalian” yang diselenggarakan Yayasan Rumah Kita Bersama atas dukungan Oslo Coalition-Norwegia, bekerjasama dengan IAIN Metro Lampung dan Payungi University Metro Lampung.

Seminar ini bertujuan; Pertama, menggali pandangan fikih terkait pencegahan perkawinan usia anak dan pencegahan perkawinan paksa; Kedua, sosialisasi buku “Fikih Perwalian (Membaca Ulang Hak Perwalian untuk Perlindungan Anak dari Kawin Paksa dan Kawin Anak)” kepada para ulama, akademisi, dan komunitas masyarakat di berbagai kabupaten di lima provinsi, yaitu Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah; Ketiga, teridentifikasinya problem perkawinan anak di wilayah Lampung dan upaya civitas akadamika LPPM IAIN Metro Lampung dan komunitas Payungi University Metro Lampung menyumbangkan pemikiran dalam pencegahan perkawinan anak di wilayah Lampung.

Kegiatan akan berlangsung Rabu, 26 Agustus 2020 jam 09.00-13.00 WIB secara online dan offline. Pembukaan akan disampaikan Direktur Eksekutif Rumah Kita Bersama, ibu Lies Marcoes, MA. (online).” Bagi Rumah KitaB, kerjasama dengan IAIN Metro-Lampung dan Payungi University Metro Lampung ini penting karena penelitian Rumah KitaB menunjukkan adanya hubungan erat antara pandangan keagaman dan praktik kawin anak serta perubahan ruang hidup akibat perubahan penguasaan tanah. Padahal isu tanah merupakan persoalan klasik bagi Lampung. Selain itu Sambutan akan disampaikan Direktur Perguruan Tinggi Islam Kementerian Agama Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag. (online), Rektor IAIN Metro Lampung Prof. Dr. Hj. Enizar, MA. (offline). Sementara opening remarks akan disampaikan Dr. Nelly van Doorn dari The Oslo Coalition on Freedom of Religion or Belief, (online dari California). Pembicara inti acara ini Dr. Mufliha Wijayati, Ketua PSGA – LPPM IAIN Metro Lampung, Dharma Setyawan, MA. – Founder PAYUNGI University Metro Lampung, dan Achmat Hilmi, Lc., MA. – Peneliti Senior Rumah KitaB. Acara akan dimoderatori Elfa Murdiana, M.Hum., Sekretaris LPPM IAIN Metro Lampung. Acara akan ditutup dengan closing remarks oleh Dr. Lena Larsen direktur Oslo Coalition (online dari Norwegia).

Dukungan Oslo Coalition untuk Rumah KitaB

Oslo Coalition on Freedom of Religion or Belief (OC) adalah lembaga kemanusiaan yang bergerak dalam upaya kebebasan beragama atau berkeyakinan, berkedudukan di Universitas Oslo Norwegia. OC merupakan jaringan internasional yang didalamnya terdapat perwakilan dari komunitas agama dan keyakinan, LSM, organisasi internasional dan lembaga penelitian. Salah satu mitra Oslo Coalition adalah Yayasan Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB).

Dengan dukungan OC, Rumah KitaB telah menerbitkan sejumlah buku antara lain “Fikih Perwalian; Membaca Ulang Hak Perwalian untuk Perlindungan Perempuan dari Kawin Paksa dan Kawin Anak”. Buku ini merupakan hasil dari kajian teks dalam seri diskusi mengenai konsep wilayah (perwalian) dan qiwamah (perlindungan perempuan dan anak). Buku lainnya yang diterbitkan atas bantuan Oslo adalah Pendidikan Karakter berbasis Tradisi Pesantren (2013, 2017); Kesaksian Para Pengabdi-Perempuan dan Fundamentalisme (2015), Berlayar Tanpa Berlabuh – Pengungsi Rohingya di Makassar dan Aceh (2016).

Buku “Fikih Perwalian; Membaca Ulang Hak Perwalian untuk Perlindungan Perempuan dari Kawin Paksa dan Kawin Anak” ini berusaha menawarkan cara baca baru atas teks-teks keagamaan tradisional (turats) melalui metodologi Maqasid Syariah. Secara khusus Rumah KitaB mengupayakan pemahaman tentang tujuan dasar dari syariat, yaitu kemaslahatan. Dalam konteks ini dibahas hak ijbar orangtua (ayah) atau wali mujbir di dalam hukum perkawinan agar tidak ada pemaksaan perkawinan di usia anak atas nama otoritas peran wali. Menurut buku ini pemahaman yang bias gender, subjektif, serta patriarkis beresiko merugikan masa depan anak-anak perempuan. Narahubung: Fayyaz Mumtaz – 085314711266

(Rilis)