MKC terus Kembangkan Demplot Metro-ghanik

Kota Metro — Bersama Kru Metro kita center Fritz Akhmad Nuzir meninjau perkembangan padi organik dan sekaligus mendengar keluh kesah petani pengelola Demplot nomor 1, 2 dan 3 padi Metroganik di Kelurahan Mulyosari, Senin (8/6/2020).

Dari kunjungan tersebut, diketahui ada beberapa kendala utama dalam pengelolaan Demplot Padi Metro-ghanik ini. Fritz Akhmad Nuzir menuturkan, “Jelas yang pertama karena pengelolaan Demplot ini tanpa menggunakan herbisida dan pestisida kimia maka pertumbuhan padi pun terjadi secara alami, muncul hama ataupun serangga-serangga serta tumbuhan gulma liar yang secara tidak langsung sangat menggangu pertumbuhan padi tersebut,”ucapnya.

Kendala kedua menurut Fritz adalah cuaca yang kurang baik dan tidak menentu belakangan ini yang mengakibatkan petani/pengelola Demplot mengalami kesulitan untuk menentukan hari panen secara pasti. Juga mekanisme persiapan secara teknis panennya bahkan beberapa sawah yang lain sudah mulai terpaksa dipanen karena sudah mengalami kondisi yang kurang baik bahkan hingga batang padi mengalami rubuh.

“(Kendala, red) Yang ketiga yang cukup besar adalah saat ini harga ataupun nilai jual komoditas padi dan lainnya sedang menurun sehingga muncul kekhawatiran nanti ketika dijual keuntungan yang didapat tidak bisa optimal. Namun demikian, Demplot ini tetap harus dilanjutkan serta dituntaskan sampai akhir sehingga inovasi yang dilakukan di Demplot ini berupa padi unggulan metroganik nanti akan dites apakah nanti benar 100 persen organik kemudian kita akan sama-sama kembangkan sampai pasca panen,”jelasnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa semua hal tersebut sudah didiskusikan dengan para petani. “Mudah-mudahan dari Demplot tersebut kita semua bisa belajar dan kemudian bisa mencari solusi untuk mengembangkan pertanian organik ini ke depannya menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Tim)