Angka Kekerasan Seksual di Lampung Meningkat, di Valentine Day pun Kerap Terjadi

BANDAR LAMPUNG – Kasus kekerasan seksual meningkat semakin tinggi di Indonesia, termasuk Lampung.

Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR mencatat di Provinsi Lampung terjadi 53 kasus kekerasan seksual selama tahun 2018.

Angka tersebut meningkat pada 2019 menjadi 61 kasus yang terjadi di ranah privat maupun publik.

“Kebanyakan pelaku kekerasan seksual,adalah orang-orang terdekat. Modusnya iming-iming, janji manis dan bujuk rayu atas nama kasih sayang kerap digunakan sebagai upaya untuk melemahkan korban. Modus kekerasan seksual berpayung kasih sayang juga sering terjadi pada setiap perayaan Valentine Day’s,” kata Direktur Damar Lampung Sely Fitriani.

Sely menjelaskan, data Komisi Nasional Perempuan menunjukkan, selama rentang tahun 2001–2011, di Indonesia setiap hari ada 35 perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual.

Pada tahun 2014, ada 4.475 kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan dan anak perempuan. Angka tersebut meningkat pada 2015 menjadi 6.499 kasus dan di 2016 menjadi 5.785 kasus.

Untuk mencegah sekaligus menekan tingginya angka kekerasan seksual itu lembaga advokasi perempuan Damar Lampung menggelar agenda kampanye anti kekerasan seksual, Jumat (14/2).

Acara bertajuk youth campaign forum yang berlangsung di Wood Star Cafe, Bandarlampung itu mengusung tema Perempuan Muda Bergerak Bersuara untuk Penghapusan Kekerasan Seksual.

Direktur Damar Lampung Sely Fitriani mengatakan, acara tersebut merupakan bentuk kampanye Hari Anti Kekerasan Seksual, yang diperingati setiap tanggal 14 Februari.

“Angka kekerasan seksual di Indonesia masih sangat tinggi. Karena itu, melalui agenda ini, kami mengajak seluruh elemen masyarkat Lampung, terutama generasi muda untuk terus mengkampanyekan anti kekerasan seksual,”  kata Sely.

ntuk itu, lanjut dia, diperlukan regulasi yang dirumuskan bersama seluruh elemen agar upaya pencegahan kekerasan seksual semakin efektif.

Selain para pelajar wanita dan mahasiswi, agenda bertajuk youth campaign forum itu juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandarlampung yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung Eva Dwiana. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here